Hasil Riset : Perkembangan Industri Smart Home Belum Signifikan


Salah satu perusahaan penasehat bisnis terbesar di Inggrisi, Deloitte melakukan penelitian terkait respon masyarakat terhadap perangkat smart home. Dari data yang didapat, menunjukkan bahwa pengguna perangkat smart home tidak banyak berubah sejak tahun lalu meski manufaktur dan penjual retail tengah berusaha untuk mendorong penjualan.

Inggris yang menjadi salah satu objek penelitian memberikan hasil yang mengejutkan. Tercatat,  hanya ada sekitar 3 persen rumah di Inggris yang memiliki termostat “cerdas”, naik dari 1 persen dari tahun lalu. Sementara hanya ada sekitar 2 persen rumah yang memiliki sistem lampu yang dikendalikan dengan smartphone, sama seperti tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa perangkat smart home gagal menarik perhatian masyarakat. Riset Deloitte juga menunjukkan rendahnya tingkat adopsi kamera keamanan cerdas dan perangkatsmart home. Keduanya hanya memiliki tingkat adopsi 3 persen dan 2 persen.

Head of Technology, Media and Telecoms Research, Deloitte, Paul Lee mengatakan, saat ini perangkatsmart home masih dianggap terlalu mahal dan masih belum memiliki fungsi yang sangat berguna yang akan mendorong masyarakat untuk membelinya. Lee menekankan, orang-orang akan mulai menggunakan teknologi smart home ketika harganya mulai turun atau ketika pihak manufaktur menawarkannya sebagai sebuah standar baru. Misalnya, banyak manufaktur TV yang menawarkan berbagai fitur internet pada TV buatan mereka. Hal ini mendorong penjualan smart TV.

“Sebagian dari perangkat IoT (Internet of Things) tidak terlalu laku karena fungsi yang  ditawarkan sangat sedikit. Kemampuan untuk mengatur temperatur di rumah Anda tidak terlalu menarik untuk masyarakat luas dan besar uang yang dihemat tidak terlalu signifikan,” jelasnya

Source : http://www.indosecuritysystem.com/

Silahkan dibagikan - share to be happyShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePrint this page

Comments are closed.