ICE Andalkan EDDIE Dalam Mengumpulkan Data Biometrik


Bandara dan pelabuhan merupakan gerbang masuk suatu negara. Sudah menjadi tanggung jawab bagi petugas Imigrasi dan Bea Cukai sebagai garda terdepan keamanan untuk memastikan tidak ada orang yang berpotensi membahayakan keamanan masuk dengan leluasa.

Namun demikian, padatnya aktivitas pelabuhan atau pun bandara terkadang kerap menyulitkan para petugas yang bertugas di lapangan dalam melakukan identifikasi, dan adalah hal yang nyaris mustahil bagi para petugas ini untuk memaksa setiap pengunjung bandara ataupun pelabuhan untuk secara sukarela membuang-buang waktunya yang berharga demi sebuah proses identifikasi dan verifikasi identitas cara lama, yang terbilang alot.

Karena itu, Departemen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) mengembangkan aplikasi Eagle Directed Identification Environment (EDDIE). Dengan adanya aplikasi tersebut, 12 ribu petugas ICE lebih dimudahkan dalam hal mengumpulkan data biometrik pengunjung bandara ataupun pelabuhan tanpa perlu repot-repot menggunakan perangkat komputer maupun laptop. Para petugas cukup menggunakan seluler iPhone dan pemindai jari yang terkoneksi Bluetooth, berukuran saku.

Rodger Werner, Chief of The Information Sharing and Infrastructure Management Unit ICE menegaskan, EDDIE sangat mudah digunakan. Dia menuturkan, saat petugas di lapangan mengambil foto pengunjung, secara bersamaan fitur Global Positioning System (GPS) pada perangkat iPhone ikut mengumpulkan informasi lokasi. Kemudian, setelah menggabungkan scan sidik jari, EDDIE juga turut mencari tambahan informasi pengunjung tersebut dari beberapa database biometrik—termasuk dari data yang dimiliki Interpol—dengan proses yang sangat cepat, kurang dari satu menit. Hal ini memungkinkan petugas dengan cepat mengetahui apakah seseorang tersebut berbahaya atau tidak bagi keamanan.

“Setiap orang selalu memiliki iPhone, dan scanner portabel berukuran saku adalah sesuatu yang tidak terlalu menyulitkan untuk dibawa ke mana-mana. Tapi tidak demikian dengan membawa laptop di sekitar, itu seperti sesuatu yang kompleks,” jelas Werner seraya menambahkan “Ini mempromosikan keselamatan publik dan keamanan nasional sambil memastikan kita tidak menangkap orang yang salah.”

Source : http://www.indosecuritysystem.com/

Silahkan dibagikan - share to be happyShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePrint this page

Comments are closed.