Penjualan PC Melesu, APKOMINDO Lirik Pasar Kamera CCTV


Pebisnis di tanah air diminta lebih cermat dalam mensiasati kondisi pasar yang melesu. Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) menilai, ada potensi yang menjanjikan di pasar perangkat sistem keamanan tanah air.

Ketua Umum APKOMINDO, Soegiharto Santoso, mempersilakan para pebisnis perangkat komputer yang menjadi anggotanya, untuk mencari alternatif solusi dalam mensiasati kondisi pasar yang melesu dua tahun belakangan ini.

Dia menilai tidak ada yang salah jika para pebisnis perangkat komputer mulai melirik produk lain, apa lagi dengan produk yang masih memiliki keterkaitan erat dengan dunia perangkat komputer. Misalnya, lanjut dia, perangkat sistem keamanan seperti kamera CCTV. “Beralihlah. Kalau jualan komputer susah, kenapa tidak jualan ini (kamera CCTV),” ujarnya Minggu (27/06/2016) di JIEXPO Kemayoran.

Menurutnya, ada dua alasan yang menjadikan perangkat sistem keamanan sebagai objek bisnis yang berpotensi.Yang pertama, terorisme dan maraknya aksi bom bunuh diri di area publik, yang terjadi beberapa tahun belakangan ini, telah menciptakan situasi di mana sebuah solusi sistem keamanan nyaris sejajar dengan barang kebutuhan pokok.

Kemudia terkait itu, pemerintahan juga tengah gencar menerapkan sistem keamanan yang mampu memantau setiap sudut ruang-ruang publik secara online. “Ya contoh saja, misalnya ada barang yang tertinggal tanpa pemilik di bandara. CCTV berperan penting, bisa kita pantau rekamannya dari menit ke menit siapa pemiliknya.”

Sekadar catatan, berbagai data menunjukan penjualan perangkat komputer menurun, berbanding terbalik dengan penjualan smartphone dan tablet. Periset bisnis teknologi skala global, Gartner Inc, menyatakan pada  tahun 2014, volume penjualan PC desktop turun 34 persen. Sementara, laptop turun 10 persen.

Source : http://www.indosecuritysystem.com/

Silahkan dibagikan - share to be happyShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePrint this page

Comments are closed.